Selasa, 12 Oktober 2010

Massa

Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.

Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kehijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan an lainnya lagi. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya.

Ada dua kecenderungan untuk menentukan elite didalam masyarakat yaitu : pertama menitik beratkan pada fungsi sosial dan yang kedua, pertimbangan-pertimbangan yang bersifat moral. Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite yaitu elite internal dan elite eksternal, elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. Sedangkan elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problem yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau masa depan yang tak tentu.

Isilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd tetapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku misalnya seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers atau mereka yang berperan serta dalam suatu migrasi dalam arti luas. Ciri-ciri massa adalah :

1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai massa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya malalui pers

2. Massa merupakan kelompok yang anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym

3. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya

Sumber : http://webcache.googleusercontent.com

Kelompok Primer

Kelompok primer & jaringan komunikasi
Manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi dalam kelompoknya, tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri dalam dunia ini, karena sebagai makhluk sosial, manusia harus berhubungan satu dengan yang lain. Manusia berbeda dengan binatang, pada sebagian besar binatang seperti anak ayam, walaupun baru beberapa hari dilahirkan ia langsung bisa mencari makan sendiri. Manusia untuk hidup sendiri tanpa orang lain memerlukan waktu yang lama sekali. Seorang bayi untuk makan, berjalan, & bermain-main membutuhkan bantuan orang lain, untuk itu ia harus berhubungan dengan yang lain. Manusia yang dibiarkan hidup sendiri tanpa berhubungan dengan orang lain, mungkin hanya dapat bertahan untuk beberapa lama, selanjutnya jika dibiarkan untuk jangka waktu tertentu, perkembangan jiwanya akan terganggu. Soekanto (1982, 111) mengatakan bahwa manusia mempunyai hasrat atau keinginan pokok, yaitu:
1. Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya.
2. Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.

Untuk dapat memenuhi kedua keinginan itu, manusia perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, & perlu menggunakan akal pikirannya dengan jernih & penuh perhatian. Manusia dalam hubungannya dengan yang lain akan saling berinteraksi atau berkomunikasi satu dengan yang lain. Bentuk komunikasi yang dilakukan bergantung pada komunikannya. Jika berkomunikasi hanya dengan satu orang saja, maka itu termasuk kelompok primer, & bentuk komunikasinya adalah komunikasi antar persona atau face to face communication, di mana hubungan antara anggota-anggotanya rapat sekali satu sama lain. Menurut Charles Horton Cooley (dalam Soekanto, 1982, 121) kelompok primer adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. Salah satu hasil hubungan yang erat & bersifat pribadi tadi adalah peleburan dari individu-individu dalam kelompok-kelompok, sehingga tujuan individu menjadi tujuan kelompok-kelompok tersebut.

Dari pendapat Cooley tersebut, ada dua hal yang dapat dikemukakan mengenai kelompok primer, yaitu:
1. Satu kelas yang terdiri dari kelompok yang kerja samanya erat, seperti, keluarga, rukun tetangga, rukun kampung, & lain sebagainya.
2. Satu kelas lain yang saling kenal mengenal, terutama yang menekankan kepada sifat hubungan antar pribadi seperti simpati, kerja sama, & spontan.
Yang penting dalam kelompok primer ini adalah hubungan timbal balik antar anggota-anggotanya secara psikologis adalah peleburan dari pada individu dengan cita-citanya masing-masing, sehingga tujuan & cita-cita individu juga menjadi tujuan & cita-cita kelompoknya, serta hubungan antara anggota-anggotanya selalu harmonis.

Mengenai kelompok primer ini Soekanto (1982, 122) menambahkan bahwa anggota-anggota kelompok tersebut:
1. Secara fisik berdekatan satu dengan lainnya.
2. Kelompok tersebut adalah kecil.
3. Adanya hubungan antar anggotanya.
Agar terjadi hubungan yang akrab, Soekanto selanjutnya menyatakan bahwa individu yang bersangkutan mau tidak mau secara fisik harus saling kenal mengenal. Saling berbicara & saling melihat merupakan kondisi di mana bisa bertukar pikiran. Kelompok primer seperti yang telah dikemukakan cirinya adalah di mana dalam interaksi tiap individu dapat leluasa menyimak lawan bicaranya. Karena wujudnya yang saling berhadapan satu dengan yang lain maka reaksi di antaranya terlihat bebas. Bebas dalam pengertian keduanya yaitu komunikator & komunikan dapat langsung memberi tanggapan atau bereaksi jika pembicaraan antara keduanya tidak terdapat saling pengertian. Adanya saling pengertian antara pihak yang berkomunikasi dalam kelompok primer sangat diperlukan agar komunikasi berlanjut, & kedua pihak saling mengerti isi pembicaraan. Untuk yang terakhir ini, Hannesey menambahkan bahwa yang dimaksud tatap muka tidak perlu diartikan saling berhadapan secara fisik sebab face to face itu bisa saja terjadi dalam ruang yang berbeda atau berjauhan, sekali pun jaraknya terpisah beberapa kilometer, puluhan kilometer, berbeda kota, atau propinsi bahkan benua. Unsur yang penting dari kelompok primer atau jaringan komunikasi primer adalah orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah perorangan. Kelompok primer & jaringan komunikasi yang dibentuk oleh mereka sangat berbeda dalam fungsi, tujuan, keanggotaan, & tingkat formalitasnya. Seperti Cooley, Hannesey (1981, 190) menyatakan bahwa bentuk komunikasi antar persona atau tatap muka adalah kelompok primer yang ditandai dengan kerja sama & persatuan tatap muka yang akrab.


SUMBER : http://humasbdg.wordpress.com

Dyad & Triad

Dyad merupakan aktivitas dimana anggotanya dipasangkan dengan satu
sama lain untuk mendiskusikan persoalan-persoalan atau untuk
menyelesaikan suatu tugas. Begitu halnya dengan triad, yakni aktivitas
dimana anggota kelompok dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang
terdiri atas tiga orang. Triad dibentuk saat anggota kelompok berjumlah
ganjil.

Pada umumnya dyad dan triad sangat berguna karena memberikan
kesempatan bagi anggota untuk memiliki kontak yang lebih personal
dengan satu sama lain, mengemukakan ide, dan memvariasikan format
kelompok.
Kegunaan latihan dyad dan triad antara lain :
• berinteraksi dengan 2 atau 3 individu lainnya
• mempraktikkan beberapa keterampilan
• melakukan aktivitas antara 2 orang agar dapat berinteraksi dalam kondisi
tertentu
• bermanfaat dalam mengembangkan aktivitas yang dilakukan kelompok
• mempererat interaksi yang terjadi antar anggota kelompok.



Sumber : http://file.upi.edu/Direktori/A - FIP/JUR. PSIKOLOGI PEND DAN BIMBINGAN

Organisasi

Organisasi sosial

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.[7] Berdasarkan sifat resmi tidaknya, dikenal ada dua jenis organisasi sebagai berikut :

a. Organisasi Formal

Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

b. Organisasi Informal

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:

* Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
* Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.




Alasan berorganisasi

Organisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. Seorang pakar bernama Herbert G. Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi: a. Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi. b. Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu: 1) Dapat memperbesar kemampuannya 2) Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi. 3) Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun.


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial

Aktivitas kelompok bersenjata di Sinabung

Setelah polisi melakukan peninjauan lokasi latihan fisik di Lereng Gunung Sibayak, yang ditunjuk oleh tersangka teroris yang tertangkap, kini tersiar kabar bahwa aktivitas bersenjata unjuk diri di kawasan Gunung Sinabung, Karo, Sumatra Utara.

Disebutkan bahwa tiga turis asing asal Perancis dan Belanda melaporkan, Rabu (6/10), bahwa mereka “diberondong” tembakan oleh orang tak dikenal
saat melakukan pendakian di Gunung Sinabung. Para turis itu langsung melaporkan hal itu ke polisi.

Merespon laporan, petugas polisi bersenjata pun bergerak menuju lokasi Gunung Sinabung, dan melakukan pemantauan, penyelidikan dan pengejaran.
Hingga lewat tengah malam, belum diketahui perkembangan atas peristiwa
tersebut.

Jika memang laporan itu terbukti benar, informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa pelatihan kelompok bersenjata “pernah” yang diduga teroris dilakukan di sekitar Gunung Sinabung semakin jelas. Maka, aktivitas kelompok atau orang bersenjata sudah memanfaatkan jajaran pegunungan Sibayak dan Sinabung dan hutan Bukit Barisan sebagai lokasi pelatihan bahkan mungkin kantung-kantung persembunyian mereka.
*(Liputan6.com/Yahoo/bs/int)



Sumber : www.medantalk.com/aktivitas-kelompok-bersenjata-di-sinabung

Kesamaan Kelompokzz...

Kesamaan

Gagasan tentang "burung bulu kawanan bersama" menunjukkan kesamaan yang merupakan penentu penting daya tarik interpersonal. Keyakinan bahwa orang-orang dengan kesamaan yang sebenarnya menghasilkan daya tarik awal. Kesamaan dirasakan mengembangkan seseorang untuk menilai orang lain sebagai diri mereka sendiri dalam berlangsungnya hubungan. Persepsi tersebut adalah salah satu (persahabatan) atau(hubungan romantis). Newcomb (1963) menunjukkan bahwa orang cenderung untuk mengubah kesamaan persepsi untuk memperoleh keseimbangan dalam hubungan. Selain itu, kesamaan persepsi ditemukan lebih besar dari kesamaan yang sebenarnya dalam memprediksi atraksi interpersonal.

Kesamaan dalam berbagai aspek

Temuan menunjukkan bahwa kesamaan interpersonal dan daya tarik yang multidimensi konstruksi (Lydon, Jamieson & Zanna, 1988), di mana orang tertarik kepada orang lain yang serupa dengan mereka dalam demografi, penampilan fisik, sikap, gaya interpersonal, latar belakang sosial dan budaya, kepribadian, kepentingan dan preferensi kegiatan, dan komunikasi dan keterampilan sosial. Sebuah studi yang dilakukan oleh Theodore Newcomb (1961) di asrama perguruan tinggi teman sekamarnya menyarankan bahwa orang dengan latar belakang bersama, prestasi akademik, sikap, nilai, dan pandangan politik menjadi teman.

Penampilan fisik
Sebuah hipotesis pencocokan diusulkan oleh sosiolog Erving Goffman menunjukkan bahwa orang lebih mungkin untuk membentuk hubungan jangka panjang dengan mereka yang sama-sama cocok dalam atribut sosial, seperti daya tarik fisik. Studi yang dilakukan oleh peneliti Walster dan Walster mendukung pencocokan hipotesis dengan menunjukkan bahwa mitra yang serupa dalam hal daya tarik fisik menyatakan paling suka satu sama lain. Studi lain juga menemukan bukti yang mendukung hipotesis yang cocok: foto pasangan kencan dan terlibat dinilai dalam hal daya tarik, dan kecenderungan pasti ditemukan untuk pasangan daya tarik sama dengan tanggal atau terlibat.

Namun, kecepatan-dating Percobaan dilakukan pada mahasiswa pascasarjana dari Columbia University menunjukkan bahwa meskipun daya tarik fisik lebih disukai dalam calon pasangan, pria menunjukkan preferensi yang lebih besar daripada wanita.

Sikap
Menurut 'hukum ketertarikan' oleh Byrne (1971), daya tarik terhadap orang yang secara positif berkaitan dengan proporsi kesamaan sikap berhubungan dengan orang itu. Berdasarkan konsistensi kognitif teori, perbedaan sikap dan kepentingan dapat menyebabkan benci dan penghindaran (Singh & Ho, 2000; Tan & Singh, 1995) sedangkan kesamaan dalam sikap mempromosikan daya tarik sosial (Byrne, London & Reeves, 1968; Singh & Ho , 2000). Miller (1972) menunjukkan bahwa kesamaan sikap mengaktifkan daya tarik yang dirasakan dan informasi yang mendukung kemampuan dari satu sama lain, sedangkan perbedaan akan mengurangi dampak dari isyarat.

Penelitian oleh Jamieson, Lydon dan Zanna (, 1987 1988) menunjukkan bahwa kemiripan sikap dapat memprediksi bagaimana orang menilai menghormati mereka satu sama lain, dan kesan pertama sosial dan intelektual yang dalam hal kesamaan aktivitas preferensi dan berbasis nilai kesamaan sikap masing-masing. Dalam perbandingan antargolongan, kesamaan sikap tinggi akan mengakibatkan homogenitas di antara anggota dalam kelompok sedangkan kesamaan sikap rendah akan menyebabkan perbedaan di antara anggota dalam kelompok, mempromosikan daya tarik sosial dan pencapaian kinerja kelompok yang tinggi dalam tugas yang berbeda (Hahn & Hwang, 1999).


Meskipun kesamaan sikap dan atraksi yang berhubungan linier, atraksi mungkin tidak memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengubah sikap (Simons, Berkowitz & Moyer, 1970)

Sosial dan latar belakang budaya
Byrne, Clore dan Worchel (1966) menyarankan orang dengan status ekonomi yang sama kemungkinan besar akan tertarik satu sama lain.Buss & Barnes (1986) juga menemukan bahwa orang lebih suka pasangan romantis mereka untuk menjadi serupa dalam karakteristik demografi tertentu, termasuk latar belakang agama, orientasi politik dan status sosial-ekonomi .

Kepribadian
Para peneliti telah menunjukkan bahwa daya tarik interpersonal berkorelasi positif kepribadian kesamaan (Goldman, Rosenzweig & Lutter, 1980).Orang-orang cenderung menginginkan hubungan romantis dimana ada keramahan, hati nurani, ekstroversi, kestabilan emosi, keterbukaan terhadap pengalaman (Botwin, Buss, & Shackelford, 1997), dan gaya kelekatan(Klohnen & Luo, 2003).

Minat dan aktivitas
Kegiatan kesamaan terutama prediksi dari penilaian sukai, yang mempengaruhi penilaian tarik-menarik (Lydon, Jamieson & Zanna, 1988).Lydon dan Zanna (1987, 1988) menyatakan bahwa pemantauan diri yang tinggi orang lebih dipengaruhi oleh kesamaan aktivitas preferensi dari kesamaan sikap terhadap daya tarik awal, sedangkan rendah diri pemantauan orang lebih dipengaruhi pada daya tarik awal dengan kesamaan sikap berbasis nilai dari pilihan kegiatan kesamaan.

Ketrampilan sosial
Menurut langkah-langkah pasca-percakapan daya tarik sosial, kesamaan taktis berkorelasi positif dengan kepuasan partner dan peringkat kompetensi global, tetapi tidak berkorelasi dengan perubahan pendapat dan dirasakan tindakan persuasi (Waldron & Applegate, 1998).


Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Interpersonal_attraction

AtRakSi InTerpersonal

Atraksi Interpersonal adalah daya tarik antara orang-orang yang mengarah ke persahabatan dan hubungan romantis. Studi tentang atraksi interpersonal merupakan area utama penelitian dalam psikologi sosial. Atraksi interpersonal ini terkait dengan berapa banyak kita suka , cinta , benci, atau membenci seseorang. Hal ini dapat dilihat sebagai gaya bertindak antara dua orang yang cenderung menarik mereka bersama-sama dan menolak perpisahan mereka. Ketika mengukur daya tarik interpersonal, kita harus mengacu pada kualitas dari menarik serta kualitas dari atraksi untuk mencapai akurasi prediktif. Disarankan untuk menentukan daya tarik, kepribadian dan situasi harus diperhitungkan. Tolakan juga merupakan faktor dalam proses tarik interpersonal,konsepsi salah satu "daya tarik" lain dapat bervariasi dari atraksi ekstrem tolakan ekstrim.

Atraksi = hubungan romantis

The triangular theory of love by Robert Sternberg is based on intimacy, passion, and commitment. Para teori segitiga cinta menurut Robert Sternberg didasarkan pada keintiman, gairah, dan komitmen. The strongest type of love, consummate love , consists of these three aspects. Jenis terkuat cinta, cinta sempurna , terdiri dari tiga aspek. The idea of this theory is that love can consist of one component alone or any combination of the three parts: intimacy, passion, and commitment. Ide dari teori ini adalah kasih yang dapat terdiri dari satu komponen saja atau kombinasi dari tiga bagian: keintiman, gairah, dan komitmen.

Ada banyak faktor yang diperhitungkan saat hubungan berubah menjadi cinta.Salah satu faktor yang besar adalah budaya. Ini adalah masalah umum di antara dua orang yang datang dari latar belakang budaya yang sangat berbeda. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Phillip Shavers dan rekan-rekannya, mereka mewawancarai peserta dari berbagai belahan dunia dan menemukan cinta yang memiliki "makna yang sama dan berbeda dalam lintas-budaya. Para peserta Cina memiliki beberapa konsep tentang cinta yang berbeda seperti"-cinta kesedihan ", "kelembutan-kasihan", dan "kesedihan-kasihan".Studi yang dilakukan oleh Rothbaym dan pasangannya Tsang pada tahun 1998 di mana mereka meneliti lagu-lagu cinta populer dari seniman Amerika dan Cina.. Perbedaannya adalah bahwa lagu-lagu cinta di Cina "signifikan lebih dari referensi penderitaan dan hasil yang negatif daripada lagu cinta Amerika ". Hal ini mungkin karena keyakinan bahwa hubungan interpersonal yang ditakdirkan, dan dengan demikian tidak memiliki kontrol atas kehidupan cinta.

Atraksi persahabatan =

Warren Kubitschek dan Maureen Hallinan, Universitas Notre Dame, psikolog sosial menyarankan bahwa daya tarik merupakan hasil dari efek keakraban dan kesamaan dan status dari setiap pihak yang terlibat.Studi mereka adalah tentang program pelacakan yang mengatur siswa sesuai dengan tingkat kemampuan mereka untuk belajar. Hal ini sebagian besar dilaksanakan di tengah dan hampir semua sekolah tinggi. Tujuan mereka adalah untuk membuktikan bahwa siswa pada jalur yang sama memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk menjadi teman dibandingkan dengan yang ada di jalur yang berbeda. Efek keakraban menciptakan lingkungan yang ideal dimana siswa berada dalam kedekatan fisik dekat dengan satu sama lain dan memiliki kesempatan untuk membangun keakraban yang mengarah ke persahabatan. Kesamaan dalam pelacakan siswa adalah penting karena mereka menemukan bahwa siswa melacak cenderung menjadi teman dengan orang lain yang memiliki prestasi akademik yang sama dan harapan seperti diri sendiri. Mereka juga menemukan bahwa siswa pada tingkat yang sama nilai status tentang kemungkinan akan nama mereka daripada mereka yang berada di tingkat yang lebih rendah daripada mereka sendiri. Mereka menyimpulkan bahwa meskipun faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh besar pada persahabatan, mereka tidak eksklusif untuk program terorganisir seperti pelacakan.

Banyak faktor yang menyebabkan atraksi interpersonal telah dipelajari.Yang paling sering dipelajari adalah: daya tarik fisik , keakraban , kesamaan , saling melengkapi , menyukai timbal balik , dan penguatan.

Mengapa orang bergabung dalam kelompok ?
Bergabung dalam kelompok memberikan beberapa manfaat :
* Orang lain dapat menjadi sumber informasi yang penting
* Kelompok juga menjadi bagian penting dari identitas kita,yang mengdefinisikan siapakah diri kita
* Kelompok membantu menegakan norma sosial,aturan eksplisit ataupun implisit mengenai prilaku kita yang dapat diterima.


Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Interpersonal_attraction
Buku Social Psychology Sixth Edition oleh Elliot Aronson.